LIVE 01 Oct 2026 RSS
Informasi yang bergerak bersama waktu.
TERKINI
Kunjungi Kawasan Tanjung Leban, Ini Kata Menteri Raja Juli AntoniPelindo Tata Ulang Peran Layanan Kepelabuhanan, Operasional Terminal Tetap Sesuai SOPEntitas Dipangkas, Pelindo Dorong Struktur Korporasi Lebih Efektif dan TerintegrasiBanjir Masih Ganggu Aktivitas Warga, PAN Dumai Gerak Cepat Salurkan BantuanPolsek Bukit Kapur Bongkar Kasus Curat, Dua Ponsel yang Raib Kembali ke Tangan KorbanPelindo Dumai Apresiasi Danlanal Cup II sebagai Momentum Memperkuat Sinergi di DumaiRumah Warga Masih Terendam, Rumah PAN Dumai Jadi Pengungsian SementaraKONI Dumai Resmi Punya Kepengurusan Baru, Ali Akbar dan Aban Lee Dinobatkan Jadi Pendamping AKJ70 TKBM Pelabuhan Dumai Dapat Pembekalan Keselamatan dan Risiko Blind Spot'Carut Marut' Banjir Dumai: Fenomena Alam atau Masalah Tata Kelola?Kunjungi Kawasan Tanjung Leban, Ini Kata Menteri Raja Juli AntoniPelindo Tata Ulang Peran Layanan Kepelabuhanan, Operasional Terminal Tetap Sesuai SOPEntitas Dipangkas, Pelindo Dorong Struktur Korporasi Lebih Efektif dan TerintegrasiBanjir Masih Ganggu Aktivitas Warga, PAN Dumai Gerak Cepat Salurkan BantuanPolsek Bukit Kapur Bongkar Kasus Curat, Dua Ponsel yang Raib Kembali ke Tangan KorbanPelindo Dumai Apresiasi Danlanal Cup II sebagai Momentum Memperkuat Sinergi di DumaiRumah Warga Masih Terendam, Rumah PAN Dumai Jadi Pengungsian SementaraKONI Dumai Resmi Punya Kepengurusan Baru, Ali Akbar dan Aban Lee Dinobatkan Jadi Pendamping AKJ70 TKBM Pelabuhan Dumai Dapat Pembekalan Keselamatan dan Risiko Blind Spot'Carut Marut' Banjir Dumai: Fenomena Alam atau Masalah Tata Kelola?

Kunjungi Kawasan Tanjung Leban, Ini Kata Menteri Raja Juli Antoni

Kunjungi Kawasan Tanjung Leban, Ini Kata Menteri Raja Juli Antoni
Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan RI

SWARADETIK.COM, BENGKALIS - Kawasan Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, didorong menjadi pusat pembelajaran mengenai restorasi gambut dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni menyebut kawasan tersebut memiliki pengalaman pemulihan yang dapat dipelajari tidak hanya oleh masyarakat Riau, tetapi juga daerah lain di Indonesia.

Ia mengatakan bahwa Tanjung Leban memiliki catatan sebagai kawasan yang sebelumnya mengalami kebakaran hutan secara berulang dan degradasi gambut. Kondisi tersebut kemudian ditangani melalui pendekatan restorasi yang mencakup pemulihan kawasan, penanaman vegetasi endemik dan pengelolaan tata air.

"Terhadap kondisi hari ini saya kira adalah apa yang sedang kita saksikan pada saat sekarang ini. Yang dulunya adalah tempat kebakaran hutan berulang terjadi, terjadi degradasi gambut tetapi bisa menjadi baik seperti ini," kata Menhut Raja Juli, Rabu(30/09/2026).

Dijelaskan, proses pemulihan kawasan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak berhenti pada respons ketika terjadi kebakaran. Restorasi ekosistem menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun ketahanan kawasan terhadap ancaman kebakaran.

"Wilayah yang dulu menjadi tempat kebakaran hutan berulang sekarang berhasil direstorasi. Ada proses pemulihan yang luar biasa terjadi, ada revigitati menanam tanaman-tanaman endemik yang memang dikenal secara historis kultural oleh masyarakat di sini," jelasnya.

Diungkapkan, bahwa kawasan seperti Tanjung Leban dapat menjadi objek kajian para ilmuwan untuk melihat faktor-faktor yang membuat proses restorasi berjalan dan berdampak terhadap kondisi kawasan. Dengan begitu, pengalaman lokal bisa dikembangkan menjadi pengetahuan yang diterapkan di wilayah lain.

Ia menambahkan, nilai pembelajaran Tanjung Leban bahkan dapat melampaui konteks Riau. Kawasan ini dinilainya memiliki potensi menjadi tempat penelitian lapangan bagi berbagai pihak yang ingin mempelajari restorasi ekosistem gambut secara langsung.

"Saya kira tidak kurang dan tidak lebih saya ingin mengatakan bahwa ini betul-betul menjadi laboratorium kehidupan dimana tidak hanya orang Riau yang bisa datang ke sini dan belajar bagaimana sebuah proses restorasi yang terintegrasi terjadi. Namun ini juga akan menjadi tempat atau living laboratory bagi seluruh provinsi-provinsi di Indonesia bahkan akan menjadi percontohan, menjadi pusat belajar, menjadi sekolah lapangan bagi peneliti-peneliti kelas dunia lainnya," pungkasnya. (*)