LIVE 17 Sep 2026 RSS
Informasi yang bergerak bersama waktu.
TERKINI
Jelang HUT ke-36, JNE Gandeng Muklay Sulap Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni BerjalanPolres Dumai Gelar Sertijab Tiga Pejabat, Sejumlah Jabatan Strategis BergantiPelindo Dumai Nilai Dumai Semarak Merdeka Perkuat Kreativitas dan Potensi MasyarakatKaur Pemdes Tasik Tebing Serai Jadi Tersangka, Diduga Kuasai dan Jual Lahan di Kawasan KonservasiBaru Usai Turn Around, Dentuman Keras Menggema: Ada Apa di Pertamina RU Dumai?BMKG Prediksi Hujan Lebat di 7 Wilayah Riau, Potensi Terjadi dari Pagi hingga MalamHujan Merata di Riau, Titik Karhutla Besar PadamDiduga Edarkan Pil Ekstasi, Pria 24 Tahun Diamankan Polisi di DumaiBukan Sekadar Marka, LPPH Riau Bongkar 14 Pertanyaan di Balik Proyek Gang Sempit di DumaiProyek Jalan Datuk Laksamana Ujung Hampir Rampung, Papan Informasi Tak Kunjung Terlihat, Publik BertanyaJelang HUT ke-36, JNE Gandeng Muklay Sulap Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni BerjalanPolres Dumai Gelar Sertijab Tiga Pejabat, Sejumlah Jabatan Strategis BergantiPelindo Dumai Nilai Dumai Semarak Merdeka Perkuat Kreativitas dan Potensi MasyarakatKaur Pemdes Tasik Tebing Serai Jadi Tersangka, Diduga Kuasai dan Jual Lahan di Kawasan KonservasiBaru Usai Turn Around, Dentuman Keras Menggema: Ada Apa di Pertamina RU Dumai?BMKG Prediksi Hujan Lebat di 7 Wilayah Riau, Potensi Terjadi dari Pagi hingga MalamHujan Merata di Riau, Titik Karhutla Besar PadamDiduga Edarkan Pil Ekstasi, Pria 24 Tahun Diamankan Polisi di DumaiBukan Sekadar Marka, LPPH Riau Bongkar 14 Pertanyaan di Balik Proyek Gang Sempit di DumaiProyek Jalan Datuk Laksamana Ujung Hampir Rampung, Papan Informasi Tak Kunjung Terlihat, Publik Bertanya

Kado HUT Riau ke-69,

Plt Gubri Serahkan Penghargaan Para Pejuang Riau

Plt Gubri Serahkan Penghargaan Para Pejuang Riau
Foto: MC Riau

jejakredaksi.com - Kisah perjuangan H Abdul Razak Ardi dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia kembali dikenang. Pejuang asal Indragiri Hilir itu dianugerahi Gelar Tokoh Pejuang Daerah Provinsi Riau Tahun 2026 oleh Pemerintah Provinsi Riau.

Penghargaan tersebut diberikan secara anumerta dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, pada rapat paripurna DPRD Riau, Ahad (9/8/2026).

Penghargaan untuk Abdul Razak Ardi diterima oleh salah seorang ahli waris, Drs Pahmijan MPd, yang merupakan mantan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Riau. Saat ini Pahmijan merupakan Ketua Kerukunan Keluarga Banjar Riau (KKBR).

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, bersama Ketua DPRD Riau Kaderismanto. Pemberian penghargaan kehormatan ini juga disaksikan pimpinan serta anggota DPRD Riau dan para tamu undangan.

Salah satu kisah perjuangan yang melekat pada sosok Abdul Razak Ardi adalah keberhasilannya meloloskan diri dari kejaran dengan menyusuri Sungai Indragiri di Rengat.

Di tengah situasi perjuangan yang penuh ancaman dan ketidakpastian, sungai menjadi jalur yang ditempuh Abdul Razak Ardi untuk menyelamatkan diri. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari jejak perjuangannya yang diwariskan kepada keluarga dan masyarakat hingga kini. 

Pemerintah Provinsi Riau menetapkan Abdul Razak Ardi sebagai salah satu Tokoh dan Pejuang Daerah Provinsi Riau Tahun 2026 melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor 525/VII/2026.

Penghargaan itu menjadi bentuk penghormatan atas jasa, pengabdian, perjuangan dan dedikasinya kepada masyarakat, daerah dan bangsa.

Abdul Razak Ardi wafat pada 23 Maret 1991, bertepatan dengan 7 Ramadan 1411 Hijriah. Meski telah puluhan tahun meninggalkan dunia, jejak perjuangannya tetap dikenang, terutama oleh keluarga besar dan masyarakat Banjar di Riau.

Pahmijan yang menerima penghargaan tersebut mengatakan, penganugerahan kepada Abdul Razak Ardi menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Pengakuan pemerintah daerah sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendahulu tidak boleh hilang dari ingatan generasi sekarang.

"Alhamdulillah, ini tentu kehormatan bagi keluarga Abdul Razak Ardi. Melalui momen HUT Riau ini merupakan kado istimewa atas jasa dan pengabdian almarhum," kata Pahmijan.

Penghargaan yang diberikan Pemprov Riau tidak hanya berupa sertifikat. Para ahli waris juga menerima tali asih sebagai bentuk penghormatan dan perhatian pemerintah kepada keluarga para pejuang.

Abdul Razak Ardi meninggalkan tujuh putra-putri, yakni Marsma (Purn) TNI AU H. Burhanuddin Razak (alm), Dr. Hj. Raihana Ara, Drs. H. Rizwar Razak (alm), Ir. Suhita Razak (alm), Syafrizal Razak, SH, H. Pebrialin Razak, SE, M.Si., serta Linda Laila, SH (alm).

Kini, penghargaan tersebut menjadi warisan sejarah bagi keluarga besar Abdul Razak Ardi. Lebih dari sekadar selembar sertifikat, penghargaan itu menjadi penanda bahwa keberanian seorang pejuang yang pernah mempertaruhkan hidupnya, termasuk dengan menyusuri Sungai Indragiri demi menyelamatkan diri, tetap mendapat tempat dalam sejarah. 

Sebanyak 10 tokoh pejuang daerah dianugerahi penghargaan dalam momentum HUT ke-69 Provinsi Riau tersebut. Selain Abdul Razak Ardi, penghargaan diberikan kepada Abdullah Nur, ulama pejuang dan politisi yang berkiprah dalam dakwah dan politik di Bengkalis.

Kemudian H Ahmad Maulana, pejuang kemerdekaan yang kemudian menjadi anggota TNI dan dikenal dalam perjuangan pengibaran bendera di Bengkalis. Ada pula Tuan Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi, tokoh yang berjuang menyebarkan Islam dan pendidikan di Mandau, Bengkalis.

Selanjutnya Tuan Syekh Usman bin Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi, tokoh masyarakat dan agama di Mandau yang turut terlibat dalam perjuangan. Tokoh lainnya adalah Sinmardi Taman alias Pek Sing Tjong, pejuang yang terlibat langsung dalam perjuangan, termasuk mencari amunisi dan makanan hingga ke Singapura serta turut memberantas G30S/PKI.

Kemudian Syed Zein Al-Jufri yang bergelar T. Pangeran Kesuma Dilaga, seorang panglima perang sekaligus diplomat yang dikenal luas dan berasal dari Siak. Penghargaan juga diberikan kepada Abdul Manaf bin Taher, pejuang kemerdekaan asal Indragiri Hilir yang turut mengibarkan bendera Merah Putih di Kepulauan Riau dan Indragiri Hilir.

Berikutnya H Amir Hoesin Attan, tokoh pejuang kemerdekaan yang juga berkiprah dalam bidang pendidikan dan agama. Sementara tokoh terakhir adalah Tengku Mansyur Chalid, pejuang pendidikan sekaligus pejuang kemerdekaan. (*)

Sumber: MC Riau