LIVE 02 Nov 2026 RSS
Informasi yang bergerak bersama waktu.
TERKINI
Polisi Gerebek Kamar Kos di Jalan Sudirman, Tiga Paket Sabu dan Timbangan Digital DisitaAntisipasi Begal dan Balap Liar, Polres Dumai Turunkan 75 Personel, 25 Motor Tak Standar DitilangRGB Gelar Konsolidasi dan Raker Semester II 2026, Jonatan Ginting Sampaikan ApresiasiPelindo Regional 1 Dumai Berharap PWI Semakin Profesional dan Solid di Bawah Kepemimpinan BambangJonatan Ginting: Selamat dan Sukses atas Prestasi Pelindo FC di World Corporate Cup 2026Pelindo Perkuat Efektivitas Bisnis, Penerbitan Nota Layanan Nonpetikemas Tak Lagi Melalui PMTTingkatkan Keandalan Pelabuhan, Pelindo Regional 1 Dumai Perkuat Evaluasi Kinerja OperasionalRevisi Perda Lingkungan Hidup Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Usulkan Pusat Pengaduan bagi Korban PencemaranRaker Semester II 2026, RGB Bahas Profesionalisme Wartawan hingga Penguatan KelembagaanAntisipasi Gangguan Sejak Dini, Pelindo Dumai Perkuat Kolaborasi dengan TenantPolisi Gerebek Kamar Kos di Jalan Sudirman, Tiga Paket Sabu dan Timbangan Digital DisitaAntisipasi Begal dan Balap Liar, Polres Dumai Turunkan 75 Personel, 25 Motor Tak Standar DitilangRGB Gelar Konsolidasi dan Raker Semester II 2026, Jonatan Ginting Sampaikan ApresiasiPelindo Regional 1 Dumai Berharap PWI Semakin Profesional dan Solid di Bawah Kepemimpinan BambangJonatan Ginting: Selamat dan Sukses atas Prestasi Pelindo FC di World Corporate Cup 2026Pelindo Perkuat Efektivitas Bisnis, Penerbitan Nota Layanan Nonpetikemas Tak Lagi Melalui PMTTingkatkan Keandalan Pelabuhan, Pelindo Regional 1 Dumai Perkuat Evaluasi Kinerja OperasionalRevisi Perda Lingkungan Hidup Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Usulkan Pusat Pengaduan bagi Korban PencemaranRaker Semester II 2026, RGB Bahas Profesionalisme Wartawan hingga Penguatan KelembagaanAntisipasi Gangguan Sejak Dini, Pelindo Dumai Perkuat Kolaborasi dengan Tenant

Kado HUT Riau ke-69,

Plt Gubri Serahkan Penghargaan Para Pejuang Riau

Plt Gubri Serahkan Penghargaan Para Pejuang Riau
Foto: MC Riau

jejakredaksi.com - Kisah perjuangan H Abdul Razak Ardi dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia kembali dikenang. Pejuang asal Indragiri Hilir itu dianugerahi Gelar Tokoh Pejuang Daerah Provinsi Riau Tahun 2026 oleh Pemerintah Provinsi Riau.

Penghargaan tersebut diberikan secara anumerta dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, pada rapat paripurna DPRD Riau, Ahad (9/8/2026).

Penghargaan untuk Abdul Razak Ardi diterima oleh salah seorang ahli waris, Drs Pahmijan MPd, yang merupakan mantan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Riau. Saat ini Pahmijan merupakan Ketua Kerukunan Keluarga Banjar Riau (KKBR).

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, bersama Ketua DPRD Riau Kaderismanto. Pemberian penghargaan kehormatan ini juga disaksikan pimpinan serta anggota DPRD Riau dan para tamu undangan.

Salah satu kisah perjuangan yang melekat pada sosok Abdul Razak Ardi adalah keberhasilannya meloloskan diri dari kejaran dengan menyusuri Sungai Indragiri di Rengat.

Di tengah situasi perjuangan yang penuh ancaman dan ketidakpastian, sungai menjadi jalur yang ditempuh Abdul Razak Ardi untuk menyelamatkan diri. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari jejak perjuangannya yang diwariskan kepada keluarga dan masyarakat hingga kini. 

Pemerintah Provinsi Riau menetapkan Abdul Razak Ardi sebagai salah satu Tokoh dan Pejuang Daerah Provinsi Riau Tahun 2026 melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor 525/VII/2026.

Penghargaan itu menjadi bentuk penghormatan atas jasa, pengabdian, perjuangan dan dedikasinya kepada masyarakat, daerah dan bangsa.

Abdul Razak Ardi wafat pada 23 Maret 1991, bertepatan dengan 7 Ramadan 1411 Hijriah. Meski telah puluhan tahun meninggalkan dunia, jejak perjuangannya tetap dikenang, terutama oleh keluarga besar dan masyarakat Banjar di Riau.

Pahmijan yang menerima penghargaan tersebut mengatakan, penganugerahan kepada Abdul Razak Ardi menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Pengakuan pemerintah daerah sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendahulu tidak boleh hilang dari ingatan generasi sekarang.

"Alhamdulillah, ini tentu kehormatan bagi keluarga Abdul Razak Ardi. Melalui momen HUT Riau ini merupakan kado istimewa atas jasa dan pengabdian almarhum," kata Pahmijan.

Penghargaan yang diberikan Pemprov Riau tidak hanya berupa sertifikat. Para ahli waris juga menerima tali asih sebagai bentuk penghormatan dan perhatian pemerintah kepada keluarga para pejuang.

Abdul Razak Ardi meninggalkan tujuh putra-putri, yakni Marsma (Purn) TNI AU H. Burhanuddin Razak (alm), Dr. Hj. Raihana Ara, Drs. H. Rizwar Razak (alm), Ir. Suhita Razak (alm), Syafrizal Razak, SH, H. Pebrialin Razak, SE, M.Si., serta Linda Laila, SH (alm).

Kini, penghargaan tersebut menjadi warisan sejarah bagi keluarga besar Abdul Razak Ardi. Lebih dari sekadar selembar sertifikat, penghargaan itu menjadi penanda bahwa keberanian seorang pejuang yang pernah mempertaruhkan hidupnya, termasuk dengan menyusuri Sungai Indragiri demi menyelamatkan diri, tetap mendapat tempat dalam sejarah. 

Sebanyak 10 tokoh pejuang daerah dianugerahi penghargaan dalam momentum HUT ke-69 Provinsi Riau tersebut. Selain Abdul Razak Ardi, penghargaan diberikan kepada Abdullah Nur, ulama pejuang dan politisi yang berkiprah dalam dakwah dan politik di Bengkalis.

Kemudian H Ahmad Maulana, pejuang kemerdekaan yang kemudian menjadi anggota TNI dan dikenal dalam perjuangan pengibaran bendera di Bengkalis. Ada pula Tuan Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi, tokoh yang berjuang menyebarkan Islam dan pendidikan di Mandau, Bengkalis.

Selanjutnya Tuan Syekh Usman bin Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi, tokoh masyarakat dan agama di Mandau yang turut terlibat dalam perjuangan. Tokoh lainnya adalah Sinmardi Taman alias Pek Sing Tjong, pejuang yang terlibat langsung dalam perjuangan, termasuk mencari amunisi dan makanan hingga ke Singapura serta turut memberantas G30S/PKI.

Kemudian Syed Zein Al-Jufri yang bergelar T. Pangeran Kesuma Dilaga, seorang panglima perang sekaligus diplomat yang dikenal luas dan berasal dari Siak. Penghargaan juga diberikan kepada Abdul Manaf bin Taher, pejuang kemerdekaan asal Indragiri Hilir yang turut mengibarkan bendera Merah Putih di Kepulauan Riau dan Indragiri Hilir.

Berikutnya H Amir Hoesin Attan, tokoh pejuang kemerdekaan yang juga berkiprah dalam bidang pendidikan dan agama. Sementara tokoh terakhir adalah Tengku Mansyur Chalid, pejuang pendidikan sekaligus pejuang kemerdekaan. (*)

Sumber: MC Riau