LIVE 05 Nov 2026 RSS
Informasi yang bergerak bersama waktu.
TERKINI
Usulan PSN Pelabuhan Dumai Dikaji, Pelindo Harapkan Investasi dan Ekonomi Daerah MeningkatPolisi Gerebek Kamar Kos di Jalan Sudirman, Tiga Paket Sabu dan Timbangan Digital DisitaAntisipasi Begal dan Balap Liar, Polres Dumai Turunkan 75 Personel, 25 Motor Tak Standar DitilangRGB Gelar Konsolidasi dan Raker Semester II 2026, Jonatan Ginting Sampaikan ApresiasiPelindo Regional 1 Dumai Berharap PWI Semakin Profesional dan Solid di Bawah Kepemimpinan BambangJonatan Ginting: Selamat dan Sukses atas Prestasi Pelindo FC di World Corporate Cup 2026Pelindo Perkuat Efektivitas Bisnis, Penerbitan Nota Layanan Nonpetikemas Tak Lagi Melalui PMTTingkatkan Keandalan Pelabuhan, Pelindo Regional 1 Dumai Perkuat Evaluasi Kinerja OperasionalRevisi Perda Lingkungan Hidup Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Usulkan Pusat Pengaduan bagi Korban PencemaranRaker Semester II 2026, RGB Bahas Profesionalisme Wartawan hingga Penguatan KelembagaanUsulan PSN Pelabuhan Dumai Dikaji, Pelindo Harapkan Investasi dan Ekonomi Daerah MeningkatPolisi Gerebek Kamar Kos di Jalan Sudirman, Tiga Paket Sabu dan Timbangan Digital DisitaAntisipasi Begal dan Balap Liar, Polres Dumai Turunkan 75 Personel, 25 Motor Tak Standar DitilangRGB Gelar Konsolidasi dan Raker Semester II 2026, Jonatan Ginting Sampaikan ApresiasiPelindo Regional 1 Dumai Berharap PWI Semakin Profesional dan Solid di Bawah Kepemimpinan BambangJonatan Ginting: Selamat dan Sukses atas Prestasi Pelindo FC di World Corporate Cup 2026Pelindo Perkuat Efektivitas Bisnis, Penerbitan Nota Layanan Nonpetikemas Tak Lagi Melalui PMTTingkatkan Keandalan Pelabuhan, Pelindo Regional 1 Dumai Perkuat Evaluasi Kinerja OperasionalRevisi Perda Lingkungan Hidup Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Usulkan Pusat Pengaduan bagi Korban PencemaranRaker Semester II 2026, RGB Bahas Profesionalisme Wartawan hingga Penguatan Kelembagaan

Daratan Mundam Terus Terkikis,

Warga Dihantui Ancaman Kehilangan Rumah

Warga Dihantui Ancaman Kehilangan Rumah
Kondisi bibir pantai di sepanjang di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai (f: tim) 

jejakredaksi.com — Ancaman bencana abrasi (pengikisan) air laut di wilayah Kelurahan Mundam kian mengkhawatirkan. Laju penggerusan daratan oleh gelombang laut dilaporkan semakin masif dan kini telah mendekati badan jalan bawah yang menjadi akses utama masyarakat di kawasan permukiman tersebut.

Kondisi ini menimbulkan kecemasan mendalam bagi ratusan warga setempat. Mereka khawatir tidak hanya kehilangan lahan tempat tinggal, tetapi juga terputusnya akses transportasi yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan pantauan di lapangan, gelombang laut yang terus menghantam garis pantai tidak hanya mengikis bibir pantai, tetapi juga telah menelan sejumlah lahan produktif milik warga. Area yang sebelumnya berupa daratan dan perkebunan kini berubah menjadi perairan akibat abrasi yang terjadi secara terus-menerus tanpa penanganan permanen.

Perwakilan masyarakat, Dato' Junaidi dari KKSI (Kekerabatan Kesultanan Siak Sri Indrapura), mengungkapkan bahwa laju abrasi dalam beberapa waktu terakhir meningkat signifikan.

“Tanah warga sudah banyak yang hilang tergerus air laut. Jika tidak segera ditangani, jalan bawah ini tinggal menunggu waktu untuk ambles dan terputus,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Masyarakat Mundam pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat. Mereka mendesak agar langkah konkret segera diambil guna mencegah kerusakan yang lebih luas.

Sejumlah upaya penanganan yang dinilai mendesak antara lain pembangunan tanggul atau pemecah gelombang (breakwater) untuk meredam energi ombak sebelum menghantam daratan, rehabilitasi ekosistem mangrove sebagai penahan alami abrasi, serta pemasangan bronjong atau batu gajah di titik-titik kritis yang berbatasan langsung dengan badan jalan.

Warga menilai, tanpa intervensi cepat dari instansi terkait, abrasi berpotensi semakin meluas dan tidak hanya mengancam permukiman, tetapi juga memutus akses mobilitas serta menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. (*)

Penulis: Bambang/ Irwan